Sunday, July 1, 2012

Platini Puji Prandelli dan Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, memuji Pelatih Italia, Cesare Prandelli, karena menerapkan strategi permainan menyerang. Ia juga memuji striker Mario Balotelli karena menambah kualitas tim Italia.

Italia akan menghadapi Spanyol di final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kedua tim belum pernah mengalami kekalahan sepanjang turnamen.

"Euro 2012 meninggalkan warisan sosial dan ekonomi kepada Ukraina dan Polandia, juga warisan sepak bola berkualitas dan kepemimpinan wasit yang baik," kata Platini kepada La Gazzetta dello Sport.

"Prandelli menunjukkan rangsangan sepak bola yang baik. Ia bisa saja memasang empat defender di lini tengah. Namun, ia tetap memilih Andrea Pirlo, Daniele De Rossi, Claudio Marchisio, dan Riccardo Montolivo. Saya benar-benar suka cara berpikirnya," puji Platini.

"Sementara Balotelli sangat kuat. Ssaya melihatnya bermain hidup sejak pertama di sini dan dia memberi kualitas pada tim Italia," tambahnya.


Via: Platini Puji Prandelli dan Balotelli

Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup


Assen - Alvaro Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman sebagai hukuman atas insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Namun, Lorenzo menilai hukuman itu tidak cukup.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Bautista di tikungan pertama dan keduanya langsung out.

Atas insiden tersebut, Bautista dinyatakan bersalah dan sudah dijatuhi hukuman. Pebalap Honda Gresini itu akan start datri urutan paling belakand di MotoGP Jerman.

Namun hukuman itu dinilai tidak cukup oleh Lorenzo. Menurut pebalap Yamaha itu, Bautista dihukum tidak boleh ikut balapan sebanyak satu kali.

"Apa yang dia lakukan adalah bencana, tapi keputusan yang diambil lebih menyedihkan," sahut Loranzo ini sepeti dilansir Autosport.

"Setiap saat mereka tidak menghukum pebalap agar mereka bisa mengambil pelajaran di masa depan. Memulai balapan dari posisi paling belakang di balapan berikutnya tidak cukup untuk dijadikan pelajaran."

"Kami harap kami akan beruntung di masa depan dan tidak ada yang terjadi. Tapi jika kita tidak menghukum pebalap, mereka akan melakukan hal gila seperti yang dilakukan Alvaro," tutup pebalap Spanyol itu.


Via: Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup

Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram


Muaraenim - Ada yang menarik dari gelaran Kejurnas Arum Jeram di Muaraenim, Sumatera Selatan. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP termasuk salah satu dewan juri.

Vioni Rima Khairunnisa, atau yang biasa dipanggil Rima, adalah anggota tim juri termuda kejurnas tersebut -- tim juri terjadi dari guru, mahasiswa, dan pelajar yang aktif di organisasi pecinta alam.

Putri dari pasangan Malady dan Suryati Marusin, ini dilahirkan di Pagaralam, Sumatera Selatan, pada 1 Agustus 1999. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar kelas dua SMP Sekolah Alam Palembang. Di sekolahnya itu, selain pelajaran umum dan agama, para siswa juga belajar beradaptasi dan memaknai alam, misalnya pratek pertanian, perikanan, serta melakukan penghijauan di lingkungan masyarakat.

Dengan paras cantik dan tubuh mungil, tak heran jika Rima kerap menarik perhatian terutama para peserta kejurnas. Ia terpilih menjadi salah satu tim juri karena aktif di organisasi pecinta alam Gelam Nusantara
Via: Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram

Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Di hari kedua, Minggu (01/07/2012), dua tim Kapinis asal Bandung masih memimpin Kejurnas Arung Jeram di di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Pada nomor slalom, tim Kapinis 1 meraih waktu terbaik dalam dua kesempatan, yakni 2:42:54, Kapinis 2 dengan catatan waktu 2:46:41, dan posisi ketiga diduduki tim BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 2:50:62.

Pada lomba yang mengandalkan tenaga, kecepatan dan ketepatan itu tidak semua tim yang mengikuti lomba melalui gate 10, yang merupakan gate tersulit karena melaluinya dengan melawan arus serta berada dalam himpitan dua batu besar.

"Meskipun poinnya 50, kita tidak mampu melintasinya sebab riskan terkena penalti, dan kesulitan buat melintasi gate 11 dan 12," kata seorang peserta.

Pada dua nomor sebelumnya, sprint dan head to head, tim Kapiris Bandung juga mengungguli tim-tim lainnya. Kini mereka tinggal mengikuti nomor down river yang akan berlangsung Senin (02/07/2012) besok.




Via: Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Adu Penalti? Siapa Takut!


KIEV, KOMPAS.com - Hasil partai final Piala Eropa 2012 antara Spanyol melawan Italia, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB, bisa saja imbang di waktu normal plus babak perpanjangan waktu. Spanyol yang kemungkinan akan menguasai pertandingan, bakal menghadapi rapatnya barisan belakang Italia. Maka, adu penalti untuk menentukan sang pemenang juga bisa terjadi.

Tidak ada yang membosankan dari drama tos-tosan ini kedua tim ini. Sebab, mereka tim yang memiliki kiper serta penendang papan atas, pun bermental kuat.

Menurut data yang dilansir Transfermarkt, kiper "Gli Azzurri", Gianluigi Buffon, memiliki persentase 25,58 persen menahan tendangan penalti di waktu normal. Sejak mengawali karier, Buffon telah dihadapkan pada 43 hukuman penalti yang 11 di antaranya sukses ia redam.

Sedangkan mental Iker Casillas lebih banyak diuji ketimbang Buffon. Sebanyak 65 hukuman penalti harus dihadapi oleh Casillas di level klub maupun tim nasional. Hasilnya, 15 tembakan atau 23,08 persen tidak berujung gol.

Sejarah juga kadang membantu pemain menebalkan mental bertandingnya. Ini yang dimiliki Spanyol dan Italia jika pertandingan berujung ke babak adu penalti. Spanyol dan Italia memiliki rekor identik pada adu penalti di Piala Eropa. Dari tiga kali laga adu penalti, Spanyol dan Italia sama-sama memenangi dua pertandingan. Uniknya, satu-satunya kekalahan Italia di Piala Eropa lewat drama adu penalti terjadi empat tahun silam di Piala Eropa 2008. Lawan Italia saat itu adalah Spanyol!


Via: Adu Penalti? Siapa Takut!

Proenca, Gigi Rompal karena Keteguhan


KIEV, KOMPAS.com - Portugal telah tersingkir, tetapi negeri itu tetap tampil di arena final Piala Eropa 2012. Keberadaan negeri itu diwakili wasit Pedro Proenca yang akan memimpin laga puncak antara Spanyol dan Italia di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina, Minggu (1/7).

Sehari-hari, Proenca bekerja sebagai direktur keuangan di Pinhal Novo, Portugal. Hobinya adalah bermain ski, selain membaca dan menulis.

Setelah menjadi wasit Liga Portugal pada 1998, ia dipromosikan menjadi wasit FIFA pada 2003 dan sejak awal musim 2009/2010 menembus jajaran wasit elite UEFA. Sebelum itu, pada 2004, ia dipercaya memimpin final Piala Eropa U-19.

Di negaranya, lebih dari sekali Proenca terpilih sebagai wasit terbaik, termasuk pada musim 2010/2011. Tahun ini pun menjadi miliknya. Sebelum terpilih sebagai wasit final Piala Eropa, ia dipercaya memimpin laga bergengsi, final Liga Champions antara Bayern Muenchen dan Chelsea di Muenchen, yang dimenangi Chelsea.

Proenca mengikuti jejak salah satu wasit terbaik Inggris, Howard Webb, yang memimpin dua laga penting dalam satu tahun, yakni final Liga Champions dan final Piala Dunia 2010. Bagi Proenca, laga final kali ini merupakan laga keempat Piala Eropa 2012 yang dia pimpin.

Tiga laga sebelumnya adalah penyisihan Grup C saat Spanyol melibas Irlandia 4-0, penyisihan Grup D ketika Swedia memukul Perancis 2-0, dan perempat final Inggris-Italia yang dimenangi Italia lewat adu penalti.

Di bawah Proenca, seluruh laga itu berlangsung tanpa kontroversi. Dia sosok wasit yang tegas, cermat dalam mengamati ulah pemain, tak gampang terkecoh oleh tingkah pemain, dan hal penting lainnya, bukan wasit yang gampang diintimidasi.

Agustus lalu, gigi Proenca rompal di sebuah pusat perbelanjaan di Lisabon, Portugal, akibat ditanduk salah seorang suporter klub Benfica yang kecewa atas kepemimpinannya. Saat diserang, ia sedang keluar dari gim. Akan tetapi, teror dan intimidasi yang dialaminya tidak memengaruhi nyali Proenca memimpin laga-laga berikutnya.

Beberapa pekan setelah kejadian itu, dalam kondisi cedera akibat gigi rompal, ia tetap memimpin laga-laga di Portugal. Proenca dikenal sebagai wasit tanpa kompromi dan tak membiarkan laga berjalan saat ada pemain yang berulah dengan pelanggaran-pelanggaran.

Saat memimpin laga final Spanyol versus Italia nanti, ia akan dibantu empat asisten senegara, yakni Bertino Cunha Miranda dan Ricardo Jorge Ferreira Santos (asisten wasit utama) serta Manuel Jorge Neves Moreira De Sousa dan Duarte Nuno Pereira Gomes (wasit tambahan). Posisi ofisial keempat dipercayakan kepada Cneyt Cakir dengan asistennya, Bahattin Duran, berasal dari Turki.

Menjadi wasit adalah wujud mimpi saya. Hal yang indah begitu mengetahui, UEFA mengakui hasil kerja kami yang baik dalam musim panjang yang kami jalani ini. Bahagia, demikian kata Proenca. (Mh Samsul Hadi dan Agung Setyahadi dari Kiev, Ukraina)


Via: Proenca, Gigi Rompal karena Keteguhan

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors